


Sekolah Ramah Anak bukan berarti melonggarkan aturan atau membiarkan siswa tanpa arahan. Justru di sinilah peran penting kita untuk mengubah paradigma dari hukuman fisik atau verbal yang menekan psikologis anak, menjadi penerapan Disiplin Positif yang dialogis dan mengedukasi konsekuensi logis,” ujar Bapak Ahmad Azhari di sela-sela penyampaian materinya.
Selain menerima pemaparan teori, para kepala sekolah dan perwakilan guru yang hadir juga merumuskan rencana aksi nyata bersama narasumber. Salah satu poin krusial yang disepakati adalah komitmen peralihan metode pendisiplinan siswa di kelas, khususnya untuk jenjang sekolah dasar dan anak usia dini, agar berjalan lebih humanis