




Berbeda dengan ajang perlombaan atau turnamen, pemeringkatan ini murni diperoleh secara objektif melalui hasil evaluasi ujian tertulis yang ketat. Capaian ini menjadi tolok ukur nyata dari penguasaan materi pembelajaran serta kualitas serapan kurikulum di lingkungan sekolah.
Berikut adalah profil tiga siswa terbaik SD Xaverius 2 Bandar Lampung pada TKA 2026:
Peringkat 1 Sekolah: Keyzia Lamria Debata Raja
Tempat, Tanggal Lahir: Bandar Lampung, 26 November 2013
Capaian Nilai: Matematika (90) | Bahasa Indonesia (90)
Catatan Prestasi: Menempati posisi pertama di tingkat sekolah dengan performa yang sangat seimbang. Keyzia juga sukses mengukuhkan diri sebagai peraih nilai tertinggi untuk mata uji numerasi/Matematika.
Peringkat 2 Sekolah: Elfin Daulina Sihombing
Tempat, Tanggal Lahir: Bandar Lampung, 8 November 2013
Capaian Nilai: Matematika (80) | Bahasa Indonesia (96.67)
Catatan Prestasi: Mengamankan posisi kedua sekolah dengan catatan yang tidak kalah gemilang, yaitu mencetak skor tertinggi di sekolah untuk kompetensi literasi/Bahasa Indonesia.
Peringkat 3 Sekolah: Rajendra Abimanyu Firmansyah
Tempat, Tanggal Lahir: Bandar Lampung, 21 Oktober 2013
Capaian Nilai: Matematika (86.67) | Bahasa Indonesia (80)
Catatan Prestasi: Berhasil mengamankan posisi tiga besar sekolah berkat penguasaan konsep yang sangat solid dan konsisten pada kedua mata pelajaran yang diujikan.
Mengenal Apa Itu Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kemdikdasmen
Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan instrumen evaluasi standar nasional yang diinisiasi oleh Kemdikdasmen untuk memetakan capaian mutu pendidikan dasar. Fokus utama dari ujian ini adalah mengukur dua kompetensi fondasi dasar siswa, yaitu:
Literasi (Bahasa Indonesia): Menguji kemampuan siswa dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks.
Numerasi (Matematika): Menguji kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
Hasil dari TKA ini memberikan gambaran yang akurat mengenai peta akademis siswa secara personal, sekaligus menjadi bahan evaluasi berkala bagi pihak sekolah dalam menjaga kualitas mutu pembelajaran.