Jumat, 12 September 2025 menjadi hari yang istimewa bagi siswa-siswi kelas 4 hingga 6 SD Xaverius 2 Bandar Lampung. Mereka mengikuti kegiatan field trip atau karyawisata ke Gerabah Erri Art, sebuah sentra kerajinan gerabah yang terkenal. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengalaman belajar langsung (hands-on experience) di luar lingkungan kelas.
Pukul 07.00 WIB, tiga bus berukuran sedang mulai bergerak dari halaman sekolah, membawa serta 131 siswa. Wajah-wajah ceria dan penuh semangat terpancar dari balik jendela, tak sabar menantikan petualangan mereka hari itu. Para guru pendamping, yang terdiri dari guru kelas dan guru mata pelajaran, TU, serta pramubakti turut mendampingi para siswa, memastikan perjalanan berlangsung aman dan menyenangkan.
Tepat pukul 08.00 WIB, rombongan tiba di Gerabah Erri Art. Suasana pedesaan yang asri dan sejuk langsung menyambut mereka. Tanpa menunggu lama, para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan langsung memasuki area workshop. Mereka disambut oleh para pengrajin profesional yang siap memandu.
Para siswa kemudian mendapatkan penjelasan singkat tentang sejarah dan proses pembuatan gerabah, mulai dari pemilihan tanah liat hingga proses pembakaran. Setelahnya, mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku utama. Dengan bimbingan para pengrajin, tangan-tangan mungil mereka mulai mengolah tanah liat yang lunak menjadi berbagai bentuk yang unik.
Sekitar pukul 11.00 WIB, para siswa beristirahat sejenak untuk menyantap makan siang bersama. Momen ini dimanfaatkan untuk saling berbagi cerita dan menunjukkan hasil karya masing-masing.
Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi mewarnai gerabah yang sudah disiapkan sebelumnya. Para siswa diajarkan cara mewarnai gerabah.
Sebagai kenang-kenangan, setiap siswa mendapatkan oleh-oleh berupa tempat pensil atau pena dari gerabah yang bisa mereka hias sendiri di rumah. Momen ini menjadi penutup yang manis untuk pengalaman belajar yang tak terlupakan.
Pukul 13.00 WIB, rombongan kembali sekolah dengan wajah sumringah dan tangan yang penuh dengan hasil karya. Field trip ini tidak hanya sekadar rekreasi, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang seni, kesabaran, dan kreativitas. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk terus mengasah bakat dan minat mereka di bidang seni.





